Kecerdasan buatan kini tidak hanya dipakai untuk mencari informasi, mengerjakan tugas, atau membuat gambar. Bagi sebagian anak muda, teknologi ini mulai menjadi tempat untuk bercerita, meminta nasihat, hingga mencari dukungan emosional.
Survei Pew Research Center pada Februari 2026 menunjukkan 20 persen orang dewasa berusia 18 hingga 29 tahun di Amerika Serikat pernah menggunakan AI untuk mendapatkan dukungan emosional atau nasihat. Angka tersebut lebih tinggi dibanding kelompok usia 30 hingga 49 tahun yang mencapai 13 persen. Pada kelompok usia 50 tahun ke atas, angkanya hanya 4 persen atau kurang.
20 Persen Anak Muda Gunakan AI untuk Dukungan Emosional
Penggunaan AI untuk companionship atau sekadar menemani juga terlihat, meski jumlahnya lebih kecil. Sekitar 7 persen responden berusia 18 hingga 29 tahun mengatakan pernah menggunakannya untuk tujuan tersebut.
Teknologi ini mudah digunakan untuk kebutuhan seperti itu karena dapat diakses kapan saja dan memungkinkan percakapan berlangsung panjang. Pengguna juga tidak perlu menunggu orang lain merespons.
Pola serupa ditemukan dalam penelitian terhadap mahasiswa di Amerika Serikat. Studi terhadap 858 mahasiswa mencatat 17 persen responden pernah menggunakan AI untuk companionship.
Penelitian tersebut menemukan hubungan antara rasa kesepian dan penggunaan AI untuk companionship. Namun, hubungan yang sama tidak ditemukan pada penggunaan AI secara umum. Para peneliti menegaskan penelitian itu bersifat potong lintang sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat.
49 Persen Responden Muda Nilai AI Bisa Merugikan
Penggunaan AI untuk menghadapi persoalan pribadi kemudian menjadi perhatian dalam survei lain.
Pew Research Center pada Juni 2026 menemukan 39 persen responden menilai teknologi ini lebih banyak merugikan ketika digunakan untuk menghadapi kesepian, sedangkan 19 persen menilai lebih banyak membantu.
Untuk penggunaan terkait depresi, 36 persen responden melihat lebih banyak kerugian dan 17 persen menilai lebih banyak manfaat.
Pandangan tersebut lebih kuat pada kelompok usia muda. Di antara responden berusia di bawah 30 tahun, 49 persen mengatakan AI lebih banyak merugikan ketika digunakan untuk menghadapi kesepian. Untuk penggunaan terkait depresi, angkanya mencapai 41 persen.
Penelitian Belum Menemukan Hubungan Sebab Akibat
Meski sebagian responden menilai teknologi ini dapat membawa dampak negatif, penelitian mengenai hubungan AI dengan kondisi psikologis masih menghasilkan temuan yang beragam.
Studi terhadap 233 orang dewasa muda di India yang diterbitkan pada 2026 tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara penggunaan AI percakapan dengan tingkat kesepian maupun kecemasan sosial.
Para peneliti menemukan sejumlah pola penggunaan, tetapi hasil tersebut masih bersifat eksploratif. Penelitian itu juga belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa penggunaan AI menyebabkan perubahan pada kondisi psikologis seseorang.
Penelitian lain mengenai AI companion menemukan bahwa dukungan dari teknologi tersebut masih dinilai lebih rendah dibandingkan dukungan yang diperoleh dari keluarga, teman, maupun profesional kesehatan mental.
AI Juga Dipakai untuk Mencari Informasi Medis
Penggunaan teknologi ini oleh anak muda juga meluas ke kebutuhan pribadi lainnya.
Data Pew Research Center menunjukkan 27 persen responden berusia 18 hingga 29 tahun pernah menggunakan AI untuk mencari informasi medis.
Dengan demikian, AI mulai digunakan dalam berbagai situasi yang sebelumnya lebih sering melibatkan orang lain, mulai dari mencari informasi hingga membicarakan persoalan pribadi.
Namun, data yang tersedia belum menunjukkan kesimpulan tunggal mengenai dampaknya terhadap pengguna.
Yang terlihat saat ini adalah perubahan pola penggunaan. Anak muda semakin sering membawa AI ke wilayah yang lebih personal, termasuk ketika mereka membutuhkan tempat untuk bercerita atau mencari respons atas masalah yang sedang dihadapi.
Pada saat yang sama, para peneliti masih mencoba memahami hubungan antara kebiasaan tersebut dengan kesepian, kecemasan sosial, dan kondisi psikologis lainnya.



